Benua Asia yang merupakan benua terbesar di muka bumi ternyata memiliki sejumlah potensi yang amat besar. Tak hanya jumlah penduduk, dan luas wilayah yang terbesar, Asia juga merupakan rumah dari pelajar-pelajar kelas 4 dan kelas 8 terbaik se-dunia tahun ini. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), negara-negara maju di Asia menyumbangkan pelajar-pelajar terbanyak di bidang matematika dan sains.
TIMSS merupakan suatu lembaga internasional terbesar yang bergerak di bidang riset untuk pencapaian akademik pelajar internasional dan lembaga pertama yang menyediakan data mengenai tren prestasi matematika dan sains hingga kini. TIMSS merupakan proyek dari International Association for the Evaluation of Educational Achievement yang bermarkas di Amsterdam.
Berdasarkan riset TIMSS yang terbaru,Hongkong dan Singapura diikuti oleh Cina Taipei, dan Jepang memiliki pelajar kelas 4 terbaik di bidang matematika. Sedangkan untuk pelajar kelas 8 di bidang yang sama, Cina Taipei, Korea dan Singapura menjadi yang terbaik diikuti Hongkong dan Jepang. Selain berita mengenai negara-negara pelajar terbaik di atas, ternyata terdapat gap yang cukup besar di bidang matematika antara kelima negara Asia dengan keempat negara lain seperti Hungaria, Inggris, Rusia dan Amerika Serikat.
Untuk bidang sains, Read the rest of this entry »
Asia Rumah Pelajar-pelajar Terbaik Dunia
December 11, 2008Just in Mind
August 26, 2008Love is the flower you’ve got to let grow. (John Lennon)
Wah, pas baca ini langsung kepikiran. Bener juga sih, dibiarkan tumbuh. Cinta cuma bisa tumbuh di atas tanah kepercayaan dengan pupuk kasih sayang serta disiram dengan air ketulusan. Tapi, apakah cinta juga bisa mati? Orang bilang cinta itu punya kekuatan misteri. Hmmm, layu mungkin iya.
I wonder she knows, but nobody knows..
Disiplin di jalan, untuk siapa?
August 26, 2008Sebagai kota metropiltan yang sudah berumur 700 tahun lebih, kepadatan jalan memang hal yang lumrah ditemui setiap hari. Volume kendaraan bermotor jika dihitung, sudah tak mampu diakomodasi oleh jumlah ruas jalan di Surabaya. Tak jarang kemacetan & kecelakaan lalu lintas menjadi sahabat sejati kota ini. Saling serobot dan sifat tak sabaran di jalan menjadi salah satu pemicunya.
Salah satu contohnya adalah lampu merah jalan Bratang. Setiap hari saya berangkat kuliah melalui jalan tersebut, dan setiap hari pula lebih dari 75% pengendara sepeda motor menyerobot lampu merah. Ketika lampu merah ke arah Terminal Bratang dari jalan Nginden dan dari arah Semolowaru menyala, seketika itu pula sepeda motor dari arah jalan Nginden menerobos dan berhenti di dekat lampu merah ke arah Nginden (dari arah Terminal Bratang). Jika Anda mencermati, akan ada jeda sekitar 3 detik (dari lampu kuning ke merah) yang digunakan para penyerobot untuk menyeberang jalan padahal tak jauh dari situ (di terminal Bratang) ada pos Polisi. Tapi apa yang terjadi? Tidak kejadian tilang-menilang, seperti hal yang sangat biasa atau terlalu banyak pelanggar sehingga tak ditindak?
Hal ini sangat sangat sering dan lumrah ditemui di jalanan, dan ini hanya salah satu contohnya. Berjalan melawan arah, berkendara tanpa helm, dan pelanggaran lain seolah menjadi kebiasaan warga kota. Lalu, untuk apa peraturan dibuat? dilanggar? Untuk siapa kita berdisiplin? Read the rest of this entry »
Posted by ibnufebry
Posted by ibnufebry
Posted by ibnufebry